:
Apa Gunanya Memamerkan Harta Keluarga?
Category: Stories

Tumbuh dibesarkan dalam keluarga yang makmur dan banyak harta memang bisa dikatakan sebagai sebuah nasib mujur. Apapun yang kamu perlukan, tinggal sebut nanti pasti terkabul dan bisa dipenuhi dengan luar biasa dahsyat. Mau beli ini dan itu, tidak perlu khawatir bakalan sanggup atau tidak untuk membelinya karena pasti terbeli. Perkara uang, tidak perlu pusing mikirin dan bukan menjadi suatu masalah bagi dirimu dan keluarga besar. Dari kecil kamu sudah disuguhi sarana pendidikan berkualitas, seragam terbaik, kendaraan paling mewah. Mana ada ceritanya kamu mesti rela bangun subuh untuk membantu ibu berjualan di pasar demi bisa membayar biaya bulanan sekolah.

Beranjak remaja, kamu bisa tumbuh menjadi pribadi yang angkuh dan lupa diri. Kamu tidak pernah merasakan hidup susah sama sekali karena orangtuamu sudah kaya raya sejak kamu dilahirkan. Betapa jumawa diri mu menganggap bahwa harta kekayaan orangtua adalah sebuah kebanggaan yang bisa dipamerkan. Mungkin saja kamu memang tidak mengutarakan niat pamer secara langsung melalui mulut yang berucap kata-kata. Tapi tindakan dan gerak-gerikmu menunjukkan secara jelas cara memamerkannya secara terang-terangan. Di usiamu yang baru menginjak 14 tahun, hobi kamu adalah posting foto tas LV di instagram. Kamu sibuk menjaring likes dan comment atas postingan kekayaanmu itu. Apakah tidak kamu sadari, tanpa orangtuamu, semua fasilitas itu tidak akan pernah ada?

Berkat keadaan yang serba kecukupan, kamu bisa sepuasnya makan mewah di restoran mahal, atau membeli perangkat digital smartphone terbaru. Uang tunai warna merah selalu setia parkir dalam isi dompetmu, bahkan uang jajan pemberian orang tua masih bisa kamu tabung tiap bulan. Gilanya, kamu masih bisa mengalami yang namanya kehabisan uang akibat sifat borosmu. Gaya hidup anak kota yang hobi diskotik dan minum alkohol adalah sesuatu yang jadi rutinitasmu. Bukan sekali itu saja kamu berbohong minta uang ke orangtua dengan alasan tugas kuliah. Mau sampai kapan hidup seperti itu? Roda kehidupan tidak ada yang tahu, persiapkan dirimu sebelum semuanya terlambat.

 

RSS

This website is powered by Spruz